Crowde Ajak BPD Masuk di Sektor Pertanian

Startup pembiayaan agri-teknologi Crowde kini membuka peluang kerjasama yang lebih luas dengan Bank Pembangunan Daerah (BPD) dari seluruh Indonesia.

Yohanes Sugihtononugroho, CEO Crowde mengatakan, masalah yang kerap dihadapi oleh para BPD adalah kesulitan mencari off-takers, yaitu penjamin komoditas hasil panen. Peran penting off-takers adalah untuk menghubungkan komoditas petani/perkebunan ke pasar yang lebih besar.

“Kami hadir sebagai solusi bagi para BPD untuk memitigasi risiko, di mana kami ini telah memiliki 158 mitra off-takers terpercaya yang dapat menyalurkan hasil panen ke kanal retail modern dan juga industri pengolahan,” kata Yohanes dalam keterangannya, Jumat (8/4).

Dilanjutkannya, Crowde menyediakan fitur ‘kunci lokasi’ untuk fokus ke beberapa wilayah pertanian. Fitur ini, kata Yohanes adalah solusi untuk bisa membantu pencarian off-takers yang sesuai dengan kebutuhan BPD setempat.

“Dan langkah-langkah tersebut telah berhasil dijalankan dengan kolaborasi perdana bersama Bank Jawa Barat (BJB),” kata Yohanes.

Crowde telah menyalurkan pendanaan ke 37.000 petani selama tahun 2021. Bantuan pendanaan ini turun dalam bentuk sarana produksi pertanian. Tidak hanya fokus pada permodalan, Crowde juga memberi pendampingan serta akses teknologi bagi petani untuk mengembangkan usaha dan mencapai kesejahteraan.

Sumber: https://www.merdeka.com/teknologi/crowde-ajak-bpd-masuk-di-sektor-pertanian.html